Go back to Blogs
Uncategorized

Masuk Data Dari Jemaah Haji Indonesia 2024 Meninggal di Tanah Suci

Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Sampai hari ke-31 operasional haji 1445 H atau Selasa, 11 Juni 2024, jumlah jemaah haji yang wafat bertambah menjadi 94 orang.

Angka ini menurut data Cara Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) yang dikutip pada Rabu (12/6/2024) pukul 18.00 WIB.

Adapun 52 jemaah haji Indonesia hal yang mahjong ways 3 demikian meninggal dunia saat berada di tiga kota Arab Saudi, merupakan Madinah, Jeddah, dan Makkah.

Kasus kematian ini masih didominasi jemaah haji lanjut usia (lansia). Jemaah tertua yang meninggal dunia di Tanah Suci berusia 88 tahun. Sementara jemaah termuda berusia 31 tahun.

Hampir segala jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci ini juga termasuk dalam golongan kesehatan risiko tinggi (risti). Tercatat cuma ada 8 jemaah yang tidak termasuk risti.

Walaupun begitu, popularitas kasus kematian pada jemaah haji Indonesia di Tanah Suci menurun jika dibandingi dengan tahun lalu. Karena ini tampak dari tabel perbandingan kasus kematian dari tahun ke tahun yang ditampilkan Siskohat Kemenag.

Perbandingan sampai hari ke-31 operasional haji, tahun lalu jemaah yang meninggal di Tanah Suci mencapai 131 orang. Sementara pada periode yang sama di 2024, jemaah haji meninggal dunia berjumlah 94 orang.

Upaya Pemerintah
Pemerintah Indonesia melewati Kementerian Agama (Kemenag) terus berusaha menekan jumlah jemaah yang meninggal di Tanah Suci pada saat menjalankan rangkaian ibadah haji.

Pemerintah bahkan mewajibkan para calon haji melengkapi diri dengan surat keterangan sehat sebelum pelunasan tarif haji dikerjakan.

Minggu menurut evaluasi tahun lalu, sempurna jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci mencapai 773 orang. Jumlah hal yang demikian menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia memberangkatkan jemaah haji.

Adapun elemen utama kasus kematian ini merupakan, tingginya presentase jemaah haji asal Indonesia yang merupakan lansia, ditambah cuaca di Tanah Suci yang juga terik.

“Tahun ini kita evaluasi dengan DPR RI, kemudian pemerintah menjalankan langkah-langkah agar jamaah yang meninggal dapat berkurang. Salah satunya dengan mensyaratkan isthithoah atau surat keterangan kesehatan sebelum pelunasan,” ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Tiap (12/5/2024).

RI Siapkan Fasilitas Kesehatan Haji di Arab Saudi

Sementara itu, Pemerintah RI melewati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mempersiapkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Kemenkes RI menyebut bahwa regu kesehatan sudah disebar di 16 sektor, merupakan 11 di Makkah dan 5 di Madinah. Pusat sektor mempunyai tenaga kesehatan, termasuk dokter, perawat, dan tenaga promosi kesehatan.

Kepala Sempurna Kesehatan Haji Kemenkes RI, Liliek Marhaendro Susilo menerangkan bahwa Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan di Arab Saudi menyediakan pos kesehatan di bandara, sektor, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah. tenaga kesehatan berjumlah 287 orang.

Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Puskes Haji Kemenkes mendirikan pos kesehatan satelit di setiap hotel di Makkah. Hotel-hotel besar yang dipakai Indonesia selama musim haji menyediakan fasilitas ini.

Dijelaskannya bahwa setiap klinik kesehatan satelit dikelola oleh regu kesehatan yang terdiri dari 10 dokter dan 20 perawat.